Saat ini para orangtua (termasuk karyawan Gramedia Group) yang anak-anaknya masih sekolah atau kuliah lagi puyeng. Harga buku teks pelajaran dan kuliah semakin tinggi. Sementara, gaji dan pendapatannya belum/kagak naik.Para penerbit buku teks juga tak kalah pusingnya. Di satu sisi mereka ingin membuat buku berkualitas prima dengan ilustrasi berwarna dan layout yang memikat seperti gaya penerbit Dorling Kindersley – di sisi lain mereka tak boleh menjual buku teks itu dengan harga lebih dari plafon yang ditetapkan pemerintah. Padahal, kita semua sebagai konsumen juga berkeinginan agar buku-buku pelajaran disajikan dengan tatawarna indah, tata letak cantik, isi lengkap.
Coba bandingkan dengan buku-buku pelajaran di Singapura.
Dalam menghadapi persoalan ini kawan-kawan karyawan KKG yang punya anak-anak yang masih sekolah atau kuliah tak usah panik. Ada sumber belajar pelengkap yang Anda bisa manfaatkan sebaik-baiknya, yaitu internet.
Saya dan sobat akrab saya Ir.Kosasih Iskandarsjah, yang sama-sama pernah merintis berdirinya penerbit Elkomm yang kemudian ganti nama jadi Elex Media Komputindo. Kedua menungso ini sebelum masuk ke Gramedia Group juga sama-sama berprofesi sebagai guru SMA. Saya ngajar Ilmu Ekonomi dan Manajemen di SMA Kolese Kanisius Jakarta, Kosasih mengajar Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika di SMA Regina Pacis Bogor. Kedua menus ini pernah duduk di Bagian Diklat IKAPI DKI Jakarta periode 2000-2004 lalu menggalakkan penggunaan ISBN dan Barcode ke seluruh penerbit. Meski sudah lengser dari kebon Gramedia Group, kami tetap asyik berkutat di dunia pendidikan walau dengan bondo nekad, cekak duit. Tapi, Kosasih punya pengalaman seabrek-abrek yang dikumpulkan ketika dia bekerja di sejumlah penerbit raksasa Amerika yaitu McGraw-Hill, Prentice Hall, dan Elsevier. Saat ini, bersama teman-teman yang lain kami lagi mulai membangun Komunitas Pembelajar dengan misi atau cita-cita
agar proses pencerdasan bangsa Indonesia ini bisa dilakukan dengan lebih cepat. Biar masyarakat, terutama generasi mudanya, lebih pinter, bijak, produktif, rajin, lalu ikut membangun masyarakat Indonesia yang tata-tentrem kerta-raharja gemah-ripah seperti yang sering dipidatokan Bung Karno almarhum dulu. Lha visinya, dengan Komunitas Pembelajar ini kami mengumpulkan bahan-bahan ajar dan ilmu pengetahuan, mengajak para guru-dosen-murid-mahasiswa untuk menciptakan bahan ajar, lalu mengajak seluruh komunitas ini untuk mau berbagi bahan ajar-informasi-ilmu pengetahuan demi kemajuan bersama. Lantas visi ini kami pecah-pecah lagi menjadi planning jangka panjang dan pendek, tahunan dan bulanan. Kami akan mengajak sekolah-sekolah, universitas, dan pusat-pusat penelitian yang sudah punya website, para cerdik-pandai, peneliti, LSM yang bergerak dalam riset, untuk bergabung dalam Komunitas Pembelajar ini dengan semangat gotong-royong memajukan bangsa kita. Jadi, janganlah kita menghabiskan waktu untuk saling baku-hantam, kepruk sana-kepruk sini, mbakar ini-mbakar itu sementara rakyat membutuhkan sumbangan pemikiran, inspirasi, bimbingan, dan contoh konkrit.
Komunitas Pembelajar itu diberi nama EDU2000.org. Silahkan Anda bersama anak-anak di rumah
mengunjungi website itu. Di sana disajikan aneka bahan pengajaran mulai dari SMP sampai perguruan tinggi (baru dimulai dengan jurnal-jurnal ilmiah) . Bahan-bahan ajar (untuk SD baru akan dicari) ini akan ditambah dan dikembangkan terus-menerus. Banyak di antara bahan ajar ini juga dilengkapi dengan rekaman video. Misalnya, penjelasan tentang magnet, elektromagnet, juga dilengkapi dengan sajian videonya. Pernahkah Anda dengar bahwa 70.000 tahun sebelum Masehi gunung Toba di Sumatra itu meledak dan membuat bumi kedinginan selama 1000 tahun? Lha, banyak guru geografi yang saya ajak lihat belum pernah denger lho! Silahkan tengok di website kami itu. Mau cari bahan ajar Fisika, Matematika, Ekonomi, Sejarah, Biologi, Kimia, atau sumber energi alternatif selain fosil? Wuaah, ada! Bagaimana proses sebuah kapal terbang Boeing njungkel ke daratan? Di sana dijelaskan juga. Menarik, kan? Bagaimana proses penyebaran manusia di bumi ini? Dan, dari mana ke mana saja? Ya, ada juga. Jurnal-jurnal ilmiah dari kalangan perguruan tinggi juga sudah mulai disajikan. Dan, terus akan ditambahkan. Kalau sekolah anak-anak Anda sudah punya website, usulkan agar bergabung dalam Komunitas EDU2000 ini. Biar para murid bisa berselancar ke links dari berbagai sumber ilmu pengetahuan dan riset. Yayasan Perguruan Islam Al-Ikhlas, SMP Negeri 1 Jakarta, SMP Negeri 3 Bekasi, dan beberapa Universitas Negeri dan Swasta sudah bergabung. Mereka guru dan siswa – juga mendapatkan penataran dan pelatihan untuk menciptakan sajian bahan-bahan pengajaran bagi para siswa. Di Singapura, semua anak-anak Kosasih mendapatkan PR Sekolah di internet atau situs sekolahnya. PR dikerjakan di internet, nilai, dan catatan lain disimpan di situs sekolahnya. Orangtua murid bisa melihat
hasil pekerjaan anak-anaknya di internet. Internet menjadi salah satu sumber belajar. Sungguh-sungguh paperless. Lha, kita malah suka buang-buang waktu buat nengok situs yang enggak-enggak. Rugi waktu, rugi duit. Idealnya, ada website penerbit buku tertarik bergabung dalam Komunitas EDU2000 ini. Bayangkan, penerbit itu mempromosikan salah satu bukunya. Misalnya, Bertanam Sukun Mengatasi Kesulitan Pangan. Haa-haa… sukun lagi. Ini serius. Lalu, di situs itu disajikan juga videonya tentang proses penanaman yang benar, proses pemupukan yang benar,
EDU2000 http://www.edu2000.org/portal Powered by Joomla! Generated: 1 July, 2008, 15:47
proses pruning yang benar. Lalu, sajikan juga foto-foto jenis sukun, proses pembuatan tepung sukun (breadfruit), resep membuat roti sukun, dsb. Di fisik buku, hal itu tak mungkin dilaksanakan. Di dunia maya, itu bisa dilakukan dengan mudah! O, ya. Saya sudah berhasil ngobrol soal kampanye menanam sukun berdua dengan Pak Fauzi Bowo Gubernur DKI meski hanya selama tiga puluh menit. Lho, kok bisa? Lha iya. Beliau adalah mantan murid SMA Kolese Kanisius. Saya, mantan guru SMA Kolese Kanisius. Guru dan murid kan sudah biasa ngobrol asyik berdua! Saya senang banget. Pemda DKI sudah mulai menggalakkan penanaman sukun di Kepulauan Seribu. Tinggal menyebarkan ide itu ke berbagai daerah yang lain. Semoga KKG juga berani memulai di semua pekarangan kantornya di seluruh
Indonesia . Ayo, kita bikin masyarakat Indonesia kenyang perutnya! Pasanglah IM2 broadband 3.5G di laptop Anda agar bisa mengakses situs ini di mana saja, dengan mudah dan cepat.
Nongkrong di kebon sambil baca-baca tulisan-tulisan ilmiah juga bisa! Kalau kawan-kawan karyawan ada yang ingin nanya ini-itu silahkan hubungi saya Greg.
Aris Buntarman. E-mail:gregarib44@yahoo.com
Greg. Aris Buntarman
Purnakaryawan Angkatan 2004 – Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama